Don't Miss

Tiga Salah Paham yang Dipelihara dalam Fesyen

Oleh: Aulia Adam

Fesyen tak bisa dinafikkan adalah bagian dari hidup. Cara seseorang bergaya dan memilih pakaian sehari-harinya, ternyata akan berpengaruh ke banyak hal vital. Misalnya saja psikologinya. Manusia yang beragam-ragam tentunya juga punya pilihan fesyen beragam. Tergantung pada kesukaan mereka masing-masing dan penyesuaiannya dengan karakter masing-masing. Tapi, seperti segala hal di dunia ini, fesyen juga ternyata memiliki sis-sisi yang sering disalahpahami oleh orang-orang. Nah, supaya Xpresiana tidak salah paham lagi, mari kita telaah apa saja paradigma yang salah itu:

Bergaya Keren Haruslah Mahal. Harga tidak pernah bohong, memanglah sebuah pepatah yang tidak salah. Kualitas sesuatu memang akan disesuaikan dengan harganya. Sebab, kualitas memang tidak akan pernah membohongi kepuasan hasrat. Hal ini juga berlaku di dunia fesyen. Tapi ingat, keren tidak selalu harus mahal! Yang mahal itu kualitas!

Jika Xpresiana punya selera bagus, tapi kantong pas-pasan, tak ada salahnya untuk pergi ke toko pakaian bekas atau ke garage sale yang diadakan teman-temanmu. Di sana, Xpresiana pasti bisa menemukan pakaian-pakaian yang sesuai gaya dengan harga lebih murah. Ingat, gaya yang bagus itu tergantung selera. Bukan cuma merek ternama.

Ideal Body is a Must? No! Perkara bodi ini memang sering bikin silaf. Banyak orang yang ogah bergaya karena merasa bodinya tidak ideal. Misalnya kegemukan, kekurusan, betis besar, lengan terlalu panjang, bahu terlalu bidang, atau apalah sejuta alasan lainnya. Faktanya semua hal itu bisa disiasati dengan fesyen! Dan hanya dengan fesyen semua itu bisa disiasati! Camkan itu!

Jadi, jangan malah takut untuk tidak bergaya hanya karena kamu tidak percaya diri dengan salah satu saja bagian tubuhmu. Justru fesyen diciptakan untuk membangkitkan kepercayaan dirimu! Misalnya, tubuh gemuk bisa disiasati dengan pakaian hitam atau stripe vertikal.

Harus Mengikuti Tren? Tren adalah sesuatu yang membuat fesyen jadi menarik. Sebab tren membuat fesyen jadi dinamis dan manusia menyukai hal-hal yang dinamis. Tapi, seberapa penting mengikuti tren? Jawabannya sedang-sedang. Sebab, yang lebih penting dari tren adalah karaktermu. Bisa saja kan tren yang sedang booming tidak sesuai dengan karaktermu. Tapi tak ada salahnya juga menggabungkan tren yang ada dengan fesyen yang sudah jadi khas-mu.images

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top