Don't Miss

Berwisata Sambil Belajar di Kampung Nipah

Oleh: Fredick Ginting

Pada 2009, Badan Penyuluh Hutan Mangrove (BPHM) II yang berkedudukan di Medan membantu menanam bakau di kawasan Desa Sei Nagalawan Dusun III, Kab Serdang Bedagai. Selanjutnya pada 2010 diterima lima puluh ribu bibit bakau dari program Kebun Bibit Rakyat (KBR) Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

Hasilnya saat ini kawasan ada sekitar 5 hektar areal yang dipenuhi mangrove, terdiri dari tanaman bakau, jeruju, api-api, nyirih, ketapang, hingga nipah. Yang unik, Desa Sei Nagalawan dusun III banyak ditumbuhi bakau jenis nipah (Nypa fruticans). Nipah adalah jenis mangrove yang tumbuh agak di belakang mangrove lainnya. Nipah hanya tumbuh jika ia disentuh air asin dan air tawar.

“Dulu kawasan Desa Sei Nagawalawan dusun III banyak dipenuh Nipah, jadi orang menyebutnya Kampung Nipah,” ujar Ahmad Yani, salah satu pionir untuk menjadikan Kampung Nipah sebagai kawasan wisata.  Sejak 2012 lalu, Kampung Nipah terbuka untuk umum dan kini telah menjadi objek wisata yang berbasis pendidikan dan lingkungan.

Sebagai tempat wisata, penduduk telah menyulap Kampung Nipah dengan mendirikan beberapa fasilitas seperti pondok, homestay, perahu wisata, jalan setapak dari bambu yang melintasi rawa dan bakau, kafe, kedai penjual hasil budidaya mangrove, hingga musala. Semua diciptakan untuk membuat pengunjung nyaman.

Yani mengatakan Kampung Nipah juga menawarkan paket edukasi mangrove kepada para pengunjung. Pengunjung bisa mengikuti kelas mangrove, keliling hutan mangrove milik Kampung Nipah hingga menanam langsung mangrove di kawasan Kampung Nipah. Dengan wisata edukasi ini, Yani berharap pengunjung bisa meyadari bahwa keberadaan mangrove sangat penting bagi keberlangsungan lingkungan dan alam.

Mangrove memiliki banyak manfaat yaitu sebagai tempat berkembang biak burung dan satwa, tempat alami untuk beragam jenis biota darat dan laut, sebagai pelindung pantai dari abrasi, sebagai penahan sedimen, hingga sebagai penyerap karbondioksida dan proses daur ulang oksigen.

Bahkan, hutan mangrove yang dimiliki Kampung Nipah turut menghasilkan pasir selebar beberapa puluh meter secara alamiah.

Objek wisata Kampung Nipah merupakan hasil dari usaha masyarakat Kampung Nipah yang peduli lingkungan. Tujuan utama Kampung Nipah sebagai ekowisata adalah sebagai bentuk pelestarian lingkungan. Sejak dibuka menjadi objek wisata tak hanya wisatawan yang hadir, melainkan juga mahasiswa atau akademisi yang punya perhatian pada penelitian mangrove.

Untuk menuju kawasan wisata Kampung Nipah, dapat menggunakan jalur darat dari kota Medan menuju ke arah Sei Rampah, Serdang Bedagai. Dari kota Medan, Kampung Nipah dapat ditempuh dalam tempo antara 1 hingga 1,5 jam saja.kampung nipah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top