Don't Miss

YP Parulian Kerjasama dengan USAID Dukung Sekolah Literasi

Oleh: Arjuna Bakkara

Yayasan Pendidikan Parulian didukung oleh USAID PRIRORITAS menggelar Festival Literasi bertema Buku di Yayasan Pendidikan Parulian 1 Medan Jalan Stadion Teladan Medan. Perlombaan ini diikuti siswa-siswi mulai tingkat SD sampai SMA se-Yayasan Parulian Medan dan Deliserdang.

Ratusan siswa dan guru berpartisipasi pada Kegiatan itu. Siswa-siswi mengisi festival dengan lomba puisi, pidato, resume buku, pemilihan duta baca dan cipta lagu literasi.

Selain itu, berbagai tim belajar menggelar pameran atas karya-karya mereka. Seperti Karya rakitan sepeda motor berbahan bakar LPG dsri siswa TKJ, Teknik kendaraan ringan, Tim hidroponik contoh tanaman sayur tanpa tanah, tim biologi, lalu tim Kimia.

Menariknya, masing-masing peserta lomba diwajibkan menyertakan referensi buku dari setiap karya yang dibuatnya.

Menurut Sekretaris YP Parulian I, Erita Siburian, beda festival tersebut dengan festival lainnya, karena bertujuan mewujudkan budaya membaca buku

“Di sini bedanya Festival Literasi Parulian. Karena kami berkomitmen mempromosikan budaya membaca, maka.semua karya yang diperlombakan harus produk dari kegiatan membaca buku,”ujarnya.

Pascamendeklarasikan diri sebagai sekolah literasi, seluruh sekolah binaan Parulian aktif melaksanakan kegiatan literasi. Setiap hari siswa membaca buku 15 menit sebelum pembelajaran. Selain itu juga siswa didorong menulis resensi buku dan mempresentasikannya.

Selain itu, tujuan literasi tentu mengukur kemajuan implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

“Kami ingin melihat sejauh mana anak-anak kami menikmati dan memahami isi buku yang mereka baca setiap hari,” tambahnya.

Naomi kelas siswi kelas tiga, serta Dinda dan Jesika kelas dua, SD Parulian A Anugerah mengaku senang mengikuti Festival Literasi Parulian. Ketiganya memang suka membaca.

“Kami senang, karena kami suka membaca,”katanya.

Pihak USAID PRIORITAS Sumut, Erix Hutasoit, mengapresiasi Festival Literasi Parulian. Ia mengatakan festival ini unik karena mengwajibkan peserta menuliskan rujukan referensi.

”Festival ini menjadi unik, karena karya-karya yang diperlombakan merupakan hasil kegiatan membaca buku. Jadi anak bisa menterjemahkan isi buku menjadi macam-macam bentuk,” pujinya.

YP Parulian dengan dukungan USAID PRIORITAS telah mendeklarasikan diri sebagai sekolah literasi pada 26 Oktober 2016 lalu. Deklarasi ini dihadiri oleh Konsul Amerika Serikat (AS) untuk Pulau Sumatera Juha P. Salin dan pejabat senior Kantor Gubernur Sumatera Utara.

Deklarasi ini sekaligus menjadikan YP Parulian sebagai lembaga pendidikan pertama di Sumut yang menyatakan diri sebagai Sekolah Literasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top