Don't Miss

SMK Plus Multi Karya Terapkan Sistem ICT

Kepala Sekolah SMK Plus Multi Karya, Handoko mengatakan dengan konsep ICT yang diterapkan di sekolah maka setiap siswa akan mendapatkan sebuah netbook. Sekolah juga menyediakan free Wi-Fi sehingga proses belajar mengajar juga bisa berjalan lancar. Tak hanya itu, orangtua juga bisa mengawasi pembelajaran dan kegiatan anak melalui website sekolah yaitu www.multikarya.sch.id.

“Orangtua dan anak akan diberikan username dan password. Orangtua bisa tahu anaknya masuk sekolah apa tidak,apakah mereka sudah membayar uang sekolah, bagaimana perkembangan pelajarannya dan juga nilai pelajarannya. Kita memang meminimalisir penggunaan kertas. Tidak ada lagi mading konvensional yang ada hanya TV plasma yang dipajang sehingga siswa dapat melihat roster dan juga pengumuman sekolah disana,” ujarnya.

Sekolah dengan muatan 30 orang dalam satu kelas ini memiliki empat jurusan yaitu Adminitrasi Perkantoran, Keuangan, Teknik Komputer, dan Multimedia Ototronika (Otomatisasi Teknik Mesin Otomotif). Anak-anak juga akan diberikan pelajaran Hokkien sehingga dapat menjadi bekal mereka menghadapi dunia kerja nantinya.

“Untuk biaya sekolah kita tidak menetapkan harga yang terlalu besar. Hanya dengan Rp 3,5 juta siswa akan mendapatkan notebook,  asuransi, 5 style seragam, dan bebas biaya praktek. Bisa kita bilang semua biaya yang dibayarkan di awal akan dikembalikan ke anak,” katanya.

Pembina yayasan Multi Karya, Marsimin mengatakan harga yang cukup terjangkau ini diberikan melalui berbagai pertimbangan. Apalagi melihat banyaknya anak-anak yang pintar dan berharap bisa bersekolah ke sekolah seperti SMK Plus Multi Karya namun terkendala oleh biaya.

Dengan diterapkannya kurikulum 2013 pada tahun ajaran baru nanti dan dengan konsep ICT di dalam sekolah, maka sekolah berharap orangtua yang selama ini berharap menyekolahkan anaknya di sekolah seperti ini mempunyai wadah untuk membimbing anak-anak mereka mencapai masa depan yang lebih baik.

“Teknologi itu berkembang seperti putaran jarum jam. Jadi kita harus mengikuti perkembangan jaman dan mencoba mencari apa yang dibutuhkan saat ini. Kita harus menyiapkan anak-anak generasi muda untuk ini. Kita hanya sebagai pemantau dan mendorong mereka melakukan ini, ” kata Marsimin.

Gerbang depan SMK Multi Karya yang terletak di Jl STM Nomor 10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top