Don't Miss

SMAN 1 Matauli Pandan Raih Prestasi Internasional

Oleh: Amelia Ramadhani

Sebanyak dua tim peneliti muda yang berasal dari SMA Negeri 1 Plus Matauli Pan dan, Tapanuli Tengah berhasi mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Kedua tim ini berhasil memenangkan dua medali emas dalam kompetisi tersebut. Dua medali emas tersebut mereka dapatkan dari ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition di Bangkok dan  Kaohsiung International Invention dan Design Expo (KIDE) di Taiwan pada pertengahan Februari ini. Hal ini disampaikan oleh salah satu peneliti Zidayn Zulyadain saat dijumpai di Jakarta.

Tim pertama bernama Corncob and Cornhair as Hand Sanitizer (COCOHAS) yang terdiri dari Reyhan Khaira Helmita, Shafira Citra Desrika Putri, Mita Yudistiara, Diana Puspita Surbakti dan Jenvi Ivanka Ningrum. Mereka membuat hand sanitizer berbahan rambut dan bonggo jagung. Rambut jagung dan bonggol jagung ini mengandung flavonoid yang bermanfaat untuk tubuh seperti antibacterial, antiviral, anti imflammasi, anti-tumor dan antioksidan.

Rayhan menjelaskan, hand sanitizer yang timnya buat sangat aman digunakan sebab tidak mengadung bahan kimia seperti produk lainnya. Hand sanitizer miliknya hanya mengandung ekstrak rambut jagung, bonggol jagung, aloe vera, jeruk dan sedikit alkohol. “Sehingga lebih cepat menyerap ke kulit dan aman digunakan,” tambahnya.

Hand sanitizer ini berhasil membawa Rayhan dan timnya berhasil meraih medali emas pada ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Expositon di Bangkok, Thailand.

Tim kedua adalah Avoteaman yang diketuai oleh Zidan menciptakan teh yang terbuat dari biji alpukat. Biji alpukat mengandung aktivitas biologi seperti antioksidan dan antihipertensi. Selain itu biji alpukat juga bermanfaat untuk menyembuhkan diare, disentri, sakit gigi, parasit usus, pengobatan kulit.

Zidan menjelaskan, BPS menyatakan produksi alpukat mencapai 307.326 ton. Biji alpukat pun sangat potensial menjadi nilai tambah lain seperti teh herbal. Produk Avoteaman yang diciptakan mereka selain mengandung Flavonoid juga karotenoid, vitamin c dan vitamin e yang sangat baik bagi kesehatan.

Teh ini aman dikonsumsi semua kalangan usia. Dia pun berharap implementasi dari gagasan ini diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan limbah biji alpukat. Zidan bersama kelima temannya meraih emas di Kaohsiung International Invention dan Design Expo (KIDE) di Taiwan.

Zidan tidak menyangka jika mereka akan mendapatkan medali emas apalagi ini adalah kompetisi internasional pertama mereka. ”Kami juga mendapat spesial award dari National Research Council Thailand. Kami juga mendapat Best Invention Award dari Lembaga Kesehatan Hongkong. Kami sangat bersyukur dengan penghargaan ini karena membuat bangga negara dan sekolah,” katanya.

SMAN 1 Matauli Pandan

Peneliti muda dari SMAN 1 Matauli Pandan berfoto bersama setelah menerima medali dan trofi. (Sindonews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top