Don't Miss

Saat Untuk Membunuh

Oleh: Fredick Ginting

a time to a killKisah Yuyun belakangan menjadi topik hangat yang dibicarakan secara nasional. Kisah tragis yang menimpa Yuyun sungguh mengiris hati. Siapa pun yang mempunyai hati nurani tak mungkin tak mengecam perbuatan 14 pelaku pemerkosaan dan pembunuhan atas gadis beli berusia 13 tahun tersebut.

Potret yang mirip seperti Yuyun ini pernah dituliskan oleh seorang novelis bernama John Grisham berjudul A Time to Kill. Bercerita tentang kisah seorang gadis kecil berkulit hitam bernama Tonya Hailey yang diperkosa oleh dua pria berkulit putih, Billy Ray Cobb dan Peter Willard. Akibat pemerkosaan itu, Tonya mengalami trauma dan tak akan bisa lagi memiliki anak.

Pada saat Billy Ray dan Peter disidangkan dalam pengadilan, ayah Tonya bernama Car Lee Hailey membunuh keduanya dengan sebuah senapan laras panjang. Carl Lee tahu perbuatannya tak dibenarkan secara hukum, namun sebagai seorang ayahnya hatinya terguncang dan tak bisa menerima perlakuan kedua pemerkosa terhadap anaknya.

Kota Clanton tempat kasus ini terjadi pun sontak heboh. Orang-orang kulit hitam mendukung Car Lee dan menuntut agar pengadilan membebaskannya. Sementara orang-orang kulit putih menuntut agar Carl Lee diputuskan bersalah dan dihukum. Isu rasialisme terlihat sangat kental dalam novel ini. Carl Lee sendiri dibela oleh seorang pengacara berkulit putih bernama Jack Brigance.

Ini merupakan novel pertama Grisham yang telah menulis banyak novel berkaitan dengan hukum. Novel ini sendiri ditulisnya berdasarkan pengalaman pribadinya ketika menghadiri sebuah sidang pemerkosaan terhadap anak berusia 12 tahun. Grisham sendiri berhasil menutup novel ini dengan sangat mengharukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top