Don't Miss

Persiapkan 7 Hal Ini Saat Mendaki di Musim Hujan

Oleh: Ikhsan Ardiansyah

fenomena-alam-musim-hujan-mundur-di-ntt-V20maA1i4BMusim hujan bagi para pecinta alam bebas tentu akan sedikit menyurutkan niat dan mental mendaki gunung. Apabila kamu tetap ingin mendaki gunung dan memenuhi panggilan jiwa, hal-hal berikut dapat membantumu ketika terpaksa mendaki gunung dengan kondisi hujan.

  1. Simpan Barang Bawaan dalam Plastik Kedap Udara. Sebagai antisipasi agar seluruh barang bawaan tidak basah karena terguyur hujan, sebaiknya menyimpan barang bawaan dalam plastik. Pilihlah plastik kedap udara agar air sama sekali tidak masuk membasahi barang. Plastik yang cocok untuk dibawa adalah trash bag karena komposisi trash bag kedap udara dan ringan.
  2. Kenakan Pakaian Hangat. Ketika musim hujan, angin biasanya berhembus cukup kencang. Agar terhindar dari masuk angin yang bisa mengakibatkan tubuh tidak fit, sebaiknya gunakan pakaian hangat sebelum mendaki. Kalau bisa gunakan jaket yang waterproof.
  3. Bawa Bekal Makanan yang Banyak. Saat hujan tiba, perut akan lebih sering merasa lapar. Demi tubuh sehat dan tidak mudah sakit, bawalah makanan yang cukup untuk pendakian. Jangan sampai kamu kelaparan di tengah hujan dan pendakian.
  4. Siapkan Jas Hujan atau Ponco. Jika sudah ada tanda-tanda air hujan akan turun, segera kenakan jas hujan atau ponco. Gunanya tentu untuk melindungi tubuh agar tidak terkena air hujan yang turun deras.
  5. Pakailah Sepatu Boots. Dengan menggunakan sepatu ini, kamu jadi bisa melangkah dengan nyaman tanpa kuatir air masuk ke dalam sepatu. Selain itu, kaki pun akan terasa lebih hangat.
  6. Gunakan Gaiter. Saat musim penghujan biasanya binatang seperti pacat akan mulai bermunculan. Tentunya ini akan menjadi rintangan tersendiri yang harus dihadapi pendaki. Dengan memakai gaiter, setidaknya dapat mengurangi serangan binatang yang sering menempel di kaki.
  7. Gunakan Tracking Pole. Ketika hujan, tanah akan terasa licin dan sangat beresiko terpeleset. Penggunaan tracking pole bisa sangat membantu atau jika tidak ada, kamu juga bisa menggunakan ranting pepohonan yang telah patah sebagai tongkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top