Don't Miss

Kemdikbud Akan Perkuat Pendidikan Karakter di Sekolah

Oleh: Amelia Ramadhani

Perwakilan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Kemdikbud) melakukan kunjungan ke Sumatera Utara (Sumut) guna membahas langkah-langkah penguatan pendidikan karakter di sekolah-sekolah yang ada di Sumut. Kunjungan ini terdiri dari Staf Ahli Mendikbud Bidang Pembangunan Karakter Arie Budhiman, Kepala Pusat analisis dn Sinkronisasi Kebijakan Hendarman dan disambut oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Sumut Ibnu S Utomo didampingi oleh Asisten Administrasi Umum dan Aset H Zony Waldi, Diskom Info Sumut Sumut Afini, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Keprotokolan Sekretaris Daerah Sumut Indah Dwi Kumala, dan Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumut Hamidah Pasaribu.

Menurut Ibnu, Pendidikan Penguatan Karakter (PPK) merupakan nawacita Pesiden Jokowi yang tertuang pada butir kedelapan yaitu tentang revolusi karakter yang juga menyangkut kepribadian atau akhlak siswa. Pendidikan karakter ini dianggap perlu oleh Ibnu sebab semakin tergerusnya norma kesopanan setiap siswa di sekolah. “Sehingga sering ada kasus penganiayaan guru oleh muridny,” ujarnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh Arie Budhiman, dalam penguatan karakter ini akan diterapkan kembali norma-norma kesopanan, kesantunan, gemar membaca, kebiasaan disiplin, cinta tanah air, nilai-nilai religius, dan lain sebagainya. Arie bilang penerapan karakter ini diperlukan agar siswa-siswa yang pintar secara akademik juga memiliki tata krama yang baik.

“Diharapkan agar nilai budi yang dari dulu sudah kita anut tidak luntur begitu saja,” tutup Arie.

Penguatan pendidikan karakter di sekolah harus dapat menumbuhkan karakter siswa untuk dapat  berpikir kritis, kreatif, mampu berkomunikasi, dan berkolaborasi, yang mampu bersaing di abad 21. Hal itu sesuai dengan empat kompetensi yang harus dimiliki siswa di abad 21 yang disebut 4C, yaitu Critical Thinking and Problem Solving (berpikir kritis dan menyelesaikan masalah), Creativity (kreativitas), Communication Skills (kemampuan berkomunikasi), dan Ability to Work Collaboratively (kemampuan untuk bekerja sama).

Menurut Arie, banyak hal yang dapat dilakukan sekolah dalam menerapkan pendidikan karakter melalui lima hari sekolah. Pendidikan karakter yang diterapkan tersebut harus mengacu pada lima nilai utama karakter prioritas PPK, yaitu religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan integritas.

Arie mengatakan, salah satu contoh sederhana penerapan PPK dalam sekolah adalah dengan melibatkan siswa untuk menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah. “Siswa dilibatkan dengan membuat jadwal membersihkan kelas secara bergantian dan gotong-royong. Dengan demikian, nilai karakter gotong-royong sudah disisipkan dalam pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendidikan karakter bukan diberikan dalam bentuk teori atau pelajaran satu arah, melainkan akumulasi praktik baik tentang karakter atau keteladanan yang ada di sekolah.

Pendidikan Karakter

Suasana kunjungan Kemendikbud ke Kantor Plt. Sekretaris Daerah Sumatera Utara. Sumber: Waspadaonline.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top