Don't Miss

Category Archives: PUISI

Kesempurnaanmu Tuhan

Kesempurnaanmu Tuhan

Aku adalah Teman duduk orang yang mengingatKu .seruMu Suara Merdu dariNya yang membuai telinga semua Manusia. layaknya nyanyian yang berirama. rasa bahagia menyelimuti tidurku. hingga aku mencucurkan airmata atas KEAGUNGANMU ALLAH. JanjiMu adalah benar PertemuanMu adalah benar UcapanMu adalah benar Surga NerakaMu adalah benar Para NabiMu adalah benar MuhammadMu adalah benar Tuhan . kepadaMu aku Menyerahkan diri denganMu aku beriman ...

Read More »

Filosofi Akhir Zaman

Filosofi Akhir Zaman

Saat itu matahari tak lagi tersenyum Dan rembulanpun seakan memudarkan cahaya dari sang malam Awan bertaburan bak kapas putih Di saat melihatnya rasanya ingin sekali bersembunyi   Gunung- gunung berterbangan mengiringi awan Seakan duniaku juga terbawa Ini layaknya bencana bagi diriku Aku masih hijau untuk memahami   Dan bumi tidak pernah datang dengan damai Sehingga semua makhlukpun mulai cemas Bumi ...

Read More »

Penenang Hati

Penenang Hati

            Oh, Qolbu kenapa engkau mengeluarkan keringat?             Oh, Qolbu apa yang membuatmu gelisah             Andaikan akal bisa menolongmu             Andaikan harta bisa menenangkanmu             Andaikan tahta bisa menyemangatimu             Tapi apalah daya             Oh, Qolbu dimanakah amalmu             Yang menemanimu setiap waktu             Dimana amalmu yang dapat membuatmu tenang             Dimana amalmu yang dapat membuatmu untuk membacakan ayat-ayat indah ...

Read More »

H u j a n

H u j a n

Selalu datang tanpa bosan Tanpa Dia takkan ada kebahagiaan Jika Dia hilang dan lama tak datang Disinilah mulai datang kesedihan   Semua terasa sepi tanpa Dia Semua akan terasa gersang Semua akan kehilangan Karena Dia sumber kehidupan   Kau satu-satunya penghidup lara Kau yang membuat bibir tersenyum Kau yang membuat pelangi itu datang Dan kau juga yang membuat masa kecil ...

Read More »

Pengagum Ketiadaan

Pengagum Ketiadaan

Lentera yang padam Dari jiwa-jiwa yang hilang Ketika agama hanya menjadi sandangan Peringatan hanya menjadi guyonan   Terbuai oleh timangan si jagad Saat jiwa yang diperbudak nafsu Ketika peringatan datang Ia acuh membuang wajah   Tak pedulli seruan Sang Kuasa Berjalan lagak ditanah pinjaman Saat seluruh jiwa pengagum kefanaan Tidak akan dapat menebus setapak tanah   Duhai jiwa yang congkak.. ...

Read More »

Menelan Sempat

Menelan Sempat

Tadi pagi, pagi pagi sekali … Aku melihatmu berlari lari … Olahraga senam pagi Tak pun ada aneh terbersit dimataku yang masih sayu Yang terbangun karena adzan tepat menusuk gendang telinga kecilku Semua tampak biasa … Semua tampak wajar wajar saja …. Semua tanpa cela kata kata Namun ku pantas heran dan balik bertanya Saat kau mengencangkan celana dan berlari ...

Read More »

Ibu Madrasah Pertamaku

Ibu Madrasah Pertamaku

Ibu … Sedari kecil engkau mengajarkanku arti pentingnya agama dalam kehidupan.. Kesabaran yang engkau jalani dalam merawatku dan membesarkanku .. Kesungguhan yang terlihat dari sikapmu membimbingku mengenal agamaku   Ibu… Berbagai upaya yang telah engkau coba demi melihatku pandai shalat dan mengaji Engkau tak pernah lelah melindungiku dan menjaga aktivitasku Ketika Aku Berhasil… Ketika Aku Gagal dalam hal apapun Pelukan ...

Read More »

Panas Berteduh, Gelap Bersuluh

Panas Berteduh, Gelap Bersuluh

Hidup adalah perimbangan Hubungan baik hendaklah ditingkatkan Diramu dalam keramah tamahan Dijamu dalam bahasa upaya kemesraan …. Sembunyi sendirian …. Terang terangan bersama handai dan teman Hidup adalah pertimbangan Hubungan jangan retak ditangan Dibangun dalam khidmat kesetiaan Ditempa dalam alunan keindahan pergaulan …. Pribadi berkesendirian …. Bersama dalam keramaian Apalah salah ungkap di lidah Pertanda diri dalam bersalah Ungkapkan akuan ...

Read More »

Demi Anak dan Cucu Kita

Demi Anak dan Cucu Kita

Dulu kau begitu indah Dulu awan putih kini menjadi hitam Setiap pagi menghirup udara sejukmu Setiap hari merasakan hangatmu Tapi kini engkau berubah Semua tak memperdulikanmu lagi Semua sibuk dengan dunianya sendiri Tak seorang pun memikirkan kehidupan di hari esok Tak terlintas dipikiran mereka Bagaimana nasib anak cucu  di esok hari Akankah nasib anak cucu kita hancur Akankah semua keindahan ...

Read More »

Memilih Ribuan Rasa

Memilih Ribuan Rasa

Pernah sekali aku merasa … letih walau tak letih … susah walau tak resah … rebah dalam pelukan gundah Diantara namamu … bersama namamu Pelan pelan menahan rasa. Pernah sekali aku pilih merana … patah walau tak salah … serah walau tak pasrah … marah dalam gundukan tak berselah Pelan pelan menahan rindu. Ingin rasanya buncahkan semua resah Ingin hendaknya ...

Read More »
Scroll To Top