Don't Miss

Tips Membangun Kepercayaan (Bagian 2)

Oleh: Dana Alfi Anjani

trust11Membangun kepercayaan kadang terlihat lebih mudah daripada menjaga kepercayaan yang sudah ada itu sendiri. Dalam sebuah hubungan, baik itu keluarga, pertemanan atau bisnis, kepercayaan adalah fondasi utama. Sejatinya, kepercayaan bukanlah hal yang bisa dibangun dalam sekejap mata. Butuh proses dan konsistensi yang tinggi dari para pelakunya. Berikut empat hal penting lainnya (lanjutan dari bagian satu) dari delapan hal yang harus diperhatikan mengenai trust.

  • Speak From The Heart

Ketika kamu ingin mengutarakan pendapat, tapi merasa takut menyakiti seseorang, here’s some tricks yang bisa kamu lakukan. Jika kamu ingin menyampaikan sesuatu tentang orang tersebut, tentukan satu titik fokus tentang hal yang baik dari orang tersebut. Bicarakanlah sisi positif yang ada, daripada harus melebarkan keadaan yang ada. Fokuskan pembicaraan pada tindakan yang dilakukan orang itu, dan mengapa itu jadi masalah. Nah, dengan melakukan ini, sebenarnya kamu menunjukkan sisi netralmu dalam masalah yang ada. Dan pastikan kamu juga bisa menawarkan kesediaan untuk mendengarkan masalah yang ada. You can speak from your heart for being received in everybody hearts.

  • Don’t Mask Truth

Satu cara untuk berkata jujur yang paling sederhana adalah dengan tidak menutupi kebenaran. Well, memang kadang akan lebih baik kalau segala sesuatu berjalan sesuai dengan keinginan. Tapi hal ini nggak berlaku untuk kejujuran ya, guys. Menutupi kebenaran yang ada justru akan bikin kamu terlihat seperti pembohong besar. Kadang memang ada pikiran kalau mengubah sedikit saja kebenaran yang ada nggak bakalan mendatangkan masalah. Nah, kalau ini dilakukan terus menerus, maka yang ada hanyalah kebenaran palsu.. Nggak mau kan dibilang pembohong dan nggak dipercaya orang karena sering nutupin kebenaran? Jadi, kalau kamu masih sering nutupin kebenaran karena apapun alasannya, mulai sekarang hentikan ya.

  • If You Do Have A Secret, Let It Be Known

Well, kamu sebenarnya nggak harus kok nyeritain tentang rahasiamu hanya untuk bisa dipercaya orang lain. Biar bagaimanapun, semua orang berhak atas privasinya masing-masing. Tapi kunci untuk bisa dipercaya adalah dengan memberikan batasan yang jelas tentang mana yang harus dan bisa dibagi dengan orang lain, dan mana yang tidak. Kalau kamu punya rahasia, pastikan kamu nggak bikin orang lain penasaran dengan rahasiamu. Dengan membiarkan mereka mendengarkan cerita dari rahasiamu, secara nggak langsung ini memberi mereka rasa aman untuk bisa bercerita sama kamu juga. Nah, kalau sudah begini, sama-sama berpura-pura seakan-akan nggak tahu rahasia masing-masing, bisa jadi seru, lho, guys.

  • Keep Secrets Imparted To You

No gossip allowed! Jangan pernah membicarakan masalah atau rahasia orang lain di depan umum. Karena kamu pasti juga nggak bakalan suka kan, kalau ada orang yang mengumbar rahasiamu di depan umum? Nah, itu dia, kalau kamu doyan ngumbar rahasia orang, jangan harap ada orang yang bisa percaya lagi cerita tentang dirinya ke kamu. Ya, walaupun kadang-kadang kita suka keceplosan kalau lagi ngobrol atau sedang dalam keadaan yang tertekan, jadi nggak bisa mikir jernih. Biasanya kalau udah begini, semua hal yang dirahasiakan bisa keluar dengan gampangnya. Nah, di saat seperti inilah kamu harus bisa benar-benar menahan diri untuk nggak ngeblow up segala rahasia yang ada di kamu, dengan siapa pun kamu saat itu. Karena orang yang memberitahukan rahasianya, pasti punya rasa percaya yang besar ke kamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top