Don't Miss

Gimana Caranya Enggak Baper? (Bagian 1)

Oleh: Aulia Adam

imagesApakah perkataan atau tindakan sederhana dari seseorang membuatmu merasa tak berarti? Apakah opini seseorang tentangmu sungguh berarti, sehingga kau akan memikirkannya untuk seumur hidupmu?

Well, most of the time the way a person acts has little to do with you personally. So, that’s it. Itu sebenarnya hal yang wajar. Tapi, bagaimana seseorang dibesarkan, bagaimana mereka berurusan dengan emosinya, atau variabel lain seperti mood, tenaga dan kesehatan, sebenarnya sangat memengaruhi psikologi seseorang terhadap gampang atau tidaknya ia akan baper.

Well, sebenarnya tak ada masalah jika kita baper terhadap sesuatu. It is so normal dan sering terjadi! Tapi, ada baiknya untuk tidak selalu membawa personal apa pun yang terjadi di sekitarmu.

Simak beberapa saran di bawah untuk terhindar dari serangan baper:

  1. Tulislah Kelebihan-kelebihanmu

Opini orang lain dan perlakuannya memang penting untuk diperhatikan. Tapi ingat, yang terpenting adalah bagaimana kamu memandang dirimu sendiri. Biasanya, kita akan lebih mudah baper kalau kita masih sering meragukan diri kita sendiri. Untuk itu, feeling proud and confident in your own skills is more importan than passing opinions ferom others. Kalau perlu, tuliskan beberpa kelebihanmu dan ingatlah poin-poin pentingnya. Bahwa, semua orang pasti punya kelebihannya masing-masing, and stick to yours!

  1. Tulis (Juga) Sebuah Daftar yang Berisi Target-target Penting

Perasaan memiliki sesuatu yang dituju membantumu menghargai dirimu sendiri. Karena, pada dasarnya manusia adalah manusia dinamis yang senang mengembangkan dirinya. Dan tahap berikutnya yang tak kalah penting, percayalah pada pepatah, “semua yang besar berawal dari langkah yang kecil”. Jadi, tetaplah melangkah mencapai tujuan itu, meski hanya dengan langkah kecil.

  1. Selalu Ingatkan Dirimu Bagaimana Kau Pernah Membantu Orang Lain

Perasaan membantu orang lain akan membuatmu merasa diberkahi sesuatu yang sangat melegakan dan di saat yang bersamaan akan memberikanmu perasaan mendapatkan tujuan. Selalu ingatkan dirimu, terhadap kontribusi apa pun yang pernah kau lakukan untuk ornag lain.

  1. Ingat, Kamu Tak Butuh Penerimaan dari Orang Lain

Opini seseorang kadang memang bisa membantumu berpikir lebih jernih, tapi ingat semua opini orang lain adalah saran. Terkadang, ada saran yang tak perlu dibaperkan. Kalau ternyata kamu orang yang memang sangat sensitive terhadap bagaimana orang lain memperlakukanmu, mungkin kamu punya radar yang sangat kuat terhadap rejeksi atau penolakan. Kamu selalu khawatir apakah kamu telah melakukan sesuatu yang baik atau tidak, dan kamu selalu ingin memperbaikinya. Kendati begitu, yang perlu kau pahami adalah, bukan berarti saat seseorang tak senang denganmu, kau telah melakukan sesuatu yang salah. Dalam banyak kasus, sebenarnya orang yang tak senang tadi sedang tak senang pada dirinya sendiri dan berharap kau mengisi kehampaan yang dirasanya itu. Pertimbangkan terapi rejeksi jika kamu merasa radar rejeksimu terlalu kuat.

  1. Kelilingi Dirimu dengan Orang-orang Positif

Kamu akan lebih percaya diri dan bahagia jika kamu hang out dengan orang-orang yang memperlakukanmu dengan baik. Remove toxic people from your life! Artinya, orang-orang yang memperlakukanmu rendah atau bahkan melibatkanmu banyak sekali masalah tidak dengan cara yang suportif (bersambung).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top