Don't Miss

Cerita Malim, Agama Asli dari Huta Tinggi (Bagian 3)

Oleh: Aulia Adam

ParmalimThe truth is, ia adalah agama asli di Tanah Air ini. Tapi di antara lima agama yang boleh tertera di KTP, ia sama sekali tidak masuk daftar. Padahal, seperti agama lainnya, damai adalah kunci utama dalam ajarannya. Ialah Malim, agama asli dari Tanah Batak.

 

Enam Fakta tentang Malim yang Tidak Kamu Ketahui:

  1. Bane-Bane

Bane-bane adalah  daun kemangi liar yang digantung di depan pintu rumah dengan tali tiga warna: merah, putih, dan hitam. Parmalim di seluruh Indonesia memasang Bane-bane di depan rumah mereka. Hal inilah yang menandakan sebuah keluarga Parmalim atau bukan.

  1. Tidak Punya Kitab Suci

Tak seperti agama-agama yang kita kenal di Indonesia. Malim tak punya kitab suci. Patik, yang merupakan aturan-aturan hidup Parmalim tidak tertuang dalam buku, melainkan selalu dibacakan setiap mararisabtu.

  1. Punya 2 Hari Besar dalam Setahun

Tahunnya tentu saja dihitung menurut kalender Batak. Nama dua hari besar itu adalah Sipaha Sada dan Sipaha Lima. Jaraknya hampir 5-6 bulan menurut tahun masehi. Tahun ini, Sipada Sada diadakan Februari lalu, sementara Sipaha Lima diadakan di pengujung Juni lalu.

  1. Tanah Sucinya di Huta Tinggi, Laguboti bukan Huta Tinggi, Pulai Samosir

Menurut Monang, pemilihan Huta Tinggi, Laguboti sebagai pusat ajaran Malim adalah wahyu yang didapatkan Raja Mulia. Jadi, jelas, meski bangsa Batak dikabarkan diciptakan pertama kali di Pusuk Buhit, Huta Tinggi, Samosir, tapi pusat ajaran Malim malah ada di luar pulau itu.

  1. Bugasantoro

Malim punya sistem perekonomian canggih bernama bugasantoro. Bugasantoro sendiri berarti pengumpulan harta. Dalam sistem ini, semua harta yang disumbangkan oleh orang-orang mampu dikumpulkan oleh Punguan. Parmalim yang kesusahan dapat memakainya sebagai modal membangun usaha, dan mengembalikan uang itu setelah mampu. Kata Monang, sudah hampir tidak ada Parmalim yang kesulitan hidupnya hari ini. Maka uang yang terkumpul sekarang tak jarang dipakai untuk menyumbang warga lain selain Parmalim yang terkena musibah alam.

  1. Tidak Percaya pada Konsep Surga-Neraka

Menurut Monang, konsep surga dan neraka tak ada dalam ajaran Malim. Yang diyakini Parmalim adalah, jika ia hidup sesuai dengan patik, maka dia akan punya kehidupan lebih baik daripada hidupnya kini. Mereka megenal 7 lapisan kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll To Top