Don't Miss

Begini Olah Ketangkasan Ala MAN Barus

Mengikuti sunah nabi dengan pelatihan olah ketangkasan, sebagaimana dengan sifat nabi Muhammad yang pemberani dan kuat. Madrasah Aliyah Negeri Barus mengadakan latihan karate di halaman madrasah diikuti oleh beberapa orang siswa dan siswi. Latihan karate ini sudah berlangsung dua kali dalam bulan ini dan diadakan dua kali dalam seminggu yaitu setiap hari sabtu sore dilanjutkan dengan minggu pagi, Senin 16 September 2017.

Karate merupakan salah satu seni beladiri yang secara turun temurun diwariskan oleh para pejuang Indonesia terdahulu ke anak cucunya sampai saat sekarang ini menjadi salah satu olah raga yang dipertandingkan. Di Madrasah Aliyah Negeri Barus seni beladiri karate merupakan salah satu jenis ekstrakurikuler yang sejak tahun pelajaran 2017/2018 diaktifkan kembali. Adapun tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk membuat dan menumbuhkan sikap percaya diri siswa sebagai individual yang pemberani dan tetap rendah hati.

Saat ditemui inhum terlihat beberapa orang siswa dan siswi sedang mengikuti kegiatan tersebut dengan serius. Sulistia Hutagalung (Dan II Karate – DO), Rizki Ariansyah Sikumbang (DAN I Karate – DO) dan Doli Hermantoni Sinaga (Hitam Kyu I) adalah pelatih karate yang khusus di datangkan dari luar Tapanuli Tengah untuk melatih para siswa MAN Barus. Dan 2 kohay yaitu Kohay Firnanda Elzikri dan Kohay Dapot.

Sulistia Hutagalung adalah ketua TIM diantara dua rekannya. Dia juga menyampaikan bahwa seni beladiri karate didasarkan pada lima sumpah yaitu sanggup menjaga kepribadian, kejujuran, meraih prestasi, sopan santun dan menguasai diri.

Dia menjelaskan bahwa teknik dalam karate terbagi atas tiga bagian utama yaitu Kihon atau teknik dasar, Kata atau jurus dan Kumite atau pertarungan. Murid tingkat lanjut juga diajarkan untuk menggunakan senjata seperti tongkat atau bo dan ruyung atau nunchaku. Ia juga menambahkan praktisi karate harus menguasai Kihon dengan baik sebelum mempelajari Kata dan Kumite. Pelatihan Kihon dimulai dari mempelajari pukulan dan tendangan atau sabuk putih dan bantingan atau sabuk coklat.

“Pada tahap dan atau Sabuk Hitam, siswa dianggap sudah menguasai seluruh kihon dengan baik,” tuturnya.

Kepala madrasah Elmaryanti Marbun mengatakan kepada seluruh peserta yang mengikuti latihan karate agar memanfaatkan dengan baik setiap kesempatan yang diberikan seperti latihan karate yang sedang dilaksanakan saat ini.

Dia juga mengajak para peserta untuk terus semangat melatih potensi diri dan diharapkan dapat menguasai seni beladiri salah satunya seni beladiri karate. Dia juga mengatakan untuk siswa dan siswi yang lain yang belum bergabung untuk latihan selanjutnya agar datang untuk latihan di komplek madrasah.

MAN Barus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top